Dia… Dia…
Dia anggap diriku layaknya selembar kertas putih
Dilukisnya warna-warni kehidupan
Putih… layanya diriku yang masih suci
Emas… berharap diriku bersinar terang
Merah… berharap diriku mempunyai semangat yang membara
Dia… Dia…
Dia pahlawan cintaku
Dia yang telah membuatku mengerti bahwa hidup untuk dijalani
Dia yang telah mengalunkan melodi-melodi cintanya untukku
Nada-nada dalam alunan cintanya tak kan pernah luput dari bayang
Dia… Dia…
Yang selalu membuatku tak kan pernah lelah mencari jati diri
Aku tak dapat tersenyum
Karena senyumku hanyalah milikNya
Aku tak dapat menangis
Karena air mataku juga milikNya
Tapi aku hanya bisa meminta
Jagalah pahlawan cintaku
Mama, Papa, Guru, Sobat cintaku…








Tidak ada komentar:
Posting Komentar